Senin, 31 Agustus 2009
Dongeng Imsak 1 : Perencanaan Keuangan Keluarganya Pak Ahmad Gozali
Minggu, 30 Agustus 2009
Dongeng Imsak 1 : Disangka Teroris
*Membuat tulisan2 terinspirasi dari siapa? Dari kawan dekat tidak jauh tidak : Anes. Penulis tangguh dan tanggung yaitu Dongeng Ngabuburit. Dalam blognya aneshusen.multiply.com .blog yang bagus. Tetapi tidak sangat bagus. Karena dia menghindari kata sangat*
Pagi itu. Sebenarnya cukup siang. Jam 9 WIB. WIB = Waktu Indonesia Barat. Karena lokasinya di Bandung. Bandung adalah ibu kota Jawa Barat. Jadi masuk ke dalam wilayah WIB. Daerah lain yang masuk Waktu Indonesia Barat misalnya Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Irian Barat dan Bogor Barat. Jakarta? Jakarta ini terlalu kebarat-baratan. Boleh lah. Jam 9. Bunyi HP. Handphone. Ah bangsa ini suka sekali membuat singkatan. Bunyi HP Korun berbunyi. Tapi lupa bagaimana ringtonenya. Oh belum jaman lagu waktu itu masih monotonik. Belum ada ringtone yang isotonik. Siapa yang telepon? Oh bi Elly. Bibinya Korun. Bukan bibi dalam artian PRT. Singkatan lagi. Tetapi bibi dalam artian adiknya ayah. Adiknya papah lebih tepat. Bi Elly tinggal di daerah Ledeng. Deket Parongpong. Jalan menuju Lembang. Kalau ga tau beli aja peta Bandung. Susah jelasinnya. Bisa keburu imsak. Bi Elly bilang hari ini ga bisa jemput Fia. Siapa Fia? Anaknya Bi Elly. Jemput dimana? Di sekolahnya. Dimana sekolahnya di TK Darul Hikam. Di Dago. Bandung. Waktu itu Korun masih kost di jalan Tubagus Ismail. Bandung. Ngapain kost disana ? Karena masih kuliah. Dimana? Di ITB. Lagi2 singkatan. Dari Tb. Ismail ke ITB kan deket. Jaraknya kira2 seperti dari ITB ke Tb. Ismail. Korun pun bilang oh ga ada kuliah. Jadi bisa jemput Fia. Korun sebenernya baru bangun. Karena semaleman sibuk memanajeri sebuah klub sepak bola. AS ROMA. AS singkatan apa? Tidak tahu. Tapi pasti bukan alaihisalam. Tau kan betapa repotnya mengurus klub. Yah meramu formasi, menyusun strategi, melatih pemain, melakukan transfer ke klub lain, mencari talenta pemain muda potensial dll. Anes dan Angga dan Abenk juga pasti lelah mengurus klub masing2. Oh itu Anes lagi solat Dhuha. (agak sulit membedakan kalau kami berempat sedang solat shubuh atau solat dhuha) . Angga dan Abenk sudah pergi. Kemana ? Ga tau lah. Tadi waktu mereka pergi tidak bangunin Korun. Mudah2an mereka ke jalan yang benar. Lalu anes diajak Korun. Iya kata Anes gue mandi dulu. Ok jawab Korun juga mandi dulu. Di kamar mandi yang berbeda. Kami mandi cukup lama. Karena kami harus berhati2 menyampokan rambut kami yang terurai sepunggung. Habis pake sampo tidak lupa pake conditioner. Karena samponya 2 in 1. Nyisir pun cukup lama. Karena dalam 1 minggu pantangan bagi Korun tampil dengan gaya rambut sama. Minimal iket rambut atau jepitannya berbeda. Anes lebih suka diurai. Kalo kena angin berasa Tia Ivanka katanya. Singkat cerita kami sudah di depan gerbang TK Darul Hikam. Pas timingnya. Anak2 TK dan PG sedang keluar sekolah satu demi satu. Kami (Korun dan Anes) pun jadi perhatian Ibu2 yang jemput. Rata2 mereka memandang dengan khawatir. Kecuali para mbak2 pengasuh anak2 itu mereka senyum2 menggoda, malah ada yang minta no HP kami. Sekolah hampir sepi. Korun lihat Fia sedang dipeluk erat salah satu guru. Sambil ditanya ini itu. Telunjuk bu guru mengarah pada kami. Sementara guru yang lain mendekat pada kami. Menanyakan. Lebih tepatnya menginterogasi kami. Intinya untuk meyakinkan diri. Apakah benar kami ini penjemput yang legal. Terlalu, apakah dandanan kami tidak layak sebagai penjemput. Apakah bu guru tau dibalik rambut gondrong, kumis dan jenggot lebat Anes itu ada hati yang lembut? Yang selalu mengikuti sinetron2 Intan Nuraini. Apakah ibu guru kira kami ini teroris kelas cere. Yang mengincar anak2 TK untuk diculik? Bukan Bu. Kami bukan teroris. Apalagi pembuat bom. Kami hanya mahasiswa. Ini Kartu Tanda Mahasiswa. KTM. Lewat perdebatan yang biasa, tidak seru. Akhirnya Fia dilepas ke pangkuan kami. Setelah Bi Elly ditelepon Bu Guru. Dadah Bu Guru. Kami akan bawa Fia. Berdoalah sebelum pulang. Ajarkanlah pada anak2 TK itu untuk menilai seseorang bukan dari penampilan. Tetapi dari dandanan yang matching tentunya boo. Yuk mareee. Capcus.
Senin, 03 Agustus 2009
Sandiwara di Rumah Teman Lama
Ini cerita tentang kejadian sekitar tahun 2002. Atau 2003 saya lupa. Maaf. Pokoknya waktu masih kuliah di Bandung. Belum nikah sama Istri saya yang sekarang. Saya masih muda. Masih sanggup makan bubur kacang hijau. Masih berani tampil. Tidak malu-malu. Begini ceritanya :
Menjelang maghrib. Saya berada di rumah Fani. Di daerah Jl. Sukarno-Hatta Bandung. By Pass kalo orang bilang. Jangan salah sangka, Fani itu bukan pacar saya. Dia pacar teman yang lagi kuliah di Semarang. Saya bersama Anes, Riyadh (kemana kau sekarang *mbon?) dan Ketek. Ketek ini orang utuh. Bukan satu bagian anatomi tubuh saja. Dia orang yang seluruhnya ketek. wkwkwkwk. Astagfirulloh Maaf. Lagi apa kami disana? sudah kewajiban kami menjaga pacar teman. Sambil menunggu waktunya makan malam (keluarga Fani baik suka ngajak gitu).
Ba'da Isya, kami pamit. Perut pun kenyang sudah. Mau kemana kita? (kayak di film Dora). Kami menuju rumah seseorang. Dia adalah wanita yang membuat aku terpana. Ketika kelas 3 SD. Dan semenjak itu tak sekali pun pernah bertemu. Karena dia pindah sekolah. Foto pun ga pernah tau. Karena belum ada facebook. Ups Multiply deh. Tapi aku dapet info alamat rumah dia dari BIN. Karena rahasia kita sebut saja dia R. Karena namanya Ratna. Setelah minta ijin. Nekatlah kami meluncur kesana. Lebay. Kan pake mobil. Meluncur itu pake ski es.
Sampailah didepan rumah yg cukup mewah. Di mobil. kami membuat skenario sandiwara. Anes akan turun duluan dan mengaku sebagai saya. Toh Ratna eh R juga ga akan hapal. Udah belasan taun ga ketemu. Riyadh temenin Anes. Selang 10 menit saya dan Ketek turun. Terus duduk di teras. Persis di jendela ruang tamu. Terdengar obrolan mereka. "ikhwan sekarang iteman ya?" "ikhwan beda banget deh" "ikhwan gimana kabarnya Luli?" itu semua kata Ratna. "Ratna makin kece" "Ratna aku cinta banget loh sama kamu" "Ratna aku sempet stress waktu kamu pindah" "Ratna sudah punya pacar belum?" dengan pedenya kata2 itu meluncur dari rahang Anes yg menyamar sebagai Ikhwan.
Waw, wew , wiw... Ini sudah keluar dari skenario. Aku pun langsung masuk ke ruang tamu. Aku pikir Ratna akan langsung mengenali aku. Ternyata dia dingin aja waktu aku mengenalkan diri dengan nama Anes. 5-10 menit berlalu. Ikhwan palsu (Anes) semakin liar kian kemari kata2nya. Padahal udah saya injek berkali-kali kakinya. Ratna mulai curiga. Sampe satu moment dia menyadari sandiwara ini. Mukanya merah padam. Merah aja tidak padam. akhirnya kami ngaku. Ini hanya bercanda. Tak lama kemudian pamit pulang. Ke kost. Tubagus Ismail 1 no 4.
Di jalan tertawa lepas lagi sampai puas. Beginilah hiburan kami waktu zaman kuliah. Belum ada social network di internet kayak sekarang. Atau memang kami yg gaptek.
Terakhir mau minta maaf sama Ratna. Waktu ternyata membuat semua berubah. Bukan waktu deng. Alloh Yang Maha Kuasa. Anes,waktu itu akting lo superb. Keren banget. Fani, makasih sering numpang makan malam. Kapan balik lagi masa-masa itu. :-))
*tulisan ini cuma buat kenang2an aja
Senin, 23 Februari 2009
Dua Bulan Tidak Menulis Di Multipy
Absen dulu dari multiply. Sekitar dua bulan. Itu gara-gara banyak sebab. Akhir Desember. Desember 2008 Saya tugas ke luar kota. Ke mana ? Ke Jambi. Jambi adalah ibukota dari Jambi. Itu namanya Pak Aziz. Dia yang suruh saya ke sana. Ngapain ? Belajar yang namanya drilling katanya. Saya nurut saja. Karena Pak Aziz orangnya baik. Dia tidak pernah marah sama saya. Singkat kata drillingnya selesai. Masuklah bulan januari. Januari 2009. Saya ambil cuti tahunan.
"masih ada lima hari yang bisa dibawa Mas Ikhwan" Kata Rani.
Siapa Rani ? Dia pegawai dikantor juga. Bagian ngurus cuti. Mungkin bagian HR. Human Resource.
Terus saya jadi cuti. Saya pergi. Kemana? Ke sana Ke rumah mertua saya. Perlu diketahui saya sudah menikah. Jadi punya istri Jadi punya anak. Jadi punya mertua yang tinggal di Cilacap sana. Cilacap bukan ibu kota apa-apa. Jangan kamu kira Cilacap itu ibukota Nusakambangan. Itu salah. Sempet juga ke Jogja. Ngapain ? Itu tidak usah dijelaskan. Karena samua sudah mengerti ngapain mereka kalo ke sana. Ke Jogja.
Sehabis cuti saya kembali ke kantor. Maksudnya pulang dulu ke rumah. Naruh istri. Naruh anak.Masuk kantor lagi. Oh lihat itu banyak email yang belum dibaca. Salah satunya dari bagian IT. IT singkatan dari information and technology. Dari petinggi IT nampaknya. Isinya apa? Kurang lebih isinya menerangkat kebijakan. Kebijakan bahwa pegawai harus mengakses internet yang berhubungan langsung dengan pekerjaan masing-masing saja. Pegawai tidak boleh mengkases yang tidak berhubungan. Karena akan wew wew wew wew wew dan wew.
Kalo menurut bagian IT ini bijak. Terserah. Kalo kata temen-temen kantor itu tidak bijak. Terserah. Jadinya situs multiply di blok. Situs lainnya juga. Banyak. Apalagi situs lowongan kerja. Kenapa? Karena perusahaan takut pegawainya pindah. Itu salah. Takutlah pada Allah.
Bulan januari habis. berakhir maksudnya. Berganti bulan Februari. Bukan Bulan Maret. Saya jadi banyak kerja. Banyak pusing. Karena saya pegawai. Bukan pemilik perusahaan ini.
Itu saya sekarang. Disuruh lagi ke Jambi. Sama siapa? Sama Pak Aziz. Biasalah soal driling, Driling sumur minyak. Saya lagi iseng. Jauh dari anak saya yang lucu. Lucu kata siapa? Kata saya. Papinya yang cakep. Cakep kata bundanya Fadel. Saya lagi di warnet. Deket kantor. Kantor yang Jambi maksudnya. Warnet ini baik. Dia tidak blok multiply. Jadi itu saya tulis. Kenapa dua bulan tidak nulis. Jadi itu yang terjadi pada saya. Tidak senang dan tidak sedih. Saya yang menulis dan tidak menulis sama saja.
Jambi, 23 Feb 2009 (Hareudang pisan didieu)
Selasa, 30 Desember 2008
Fotografi Standar
(Sebenernya ini beberapa waktu lalu postingan di Albeum Foto : TAC Pertamina - EMP Gelam, dimuat lagi akibat saya tidak punya ide saat ini untuk nulis sesuatu, maafkan saya ya)...
..kasih penjelasan ah biar kayak di MPnya para photographers
-Foto diambil dengan kamera saku Canon Ixus 950 iS dengan cicilan tinggal 3x lagi.
-single shot, tadinya mau diulang tapi kata Mas Budi dia pengen di foto juga gantian
-ukuran foto yaitu 2048 x 1536 lumayan buat wallpaper pc
-ISO auto, Exposure auto, Flash auto, White Balance auto, serba auto karena saya memang tidak ngerti apa itu semua.
-Foto diambil siang hari (jelas terlihat kan)
-Foto diambil dengan teknik : memencet tombol bulat dibagian atas kamera tepatnya diantara tombol zoom dan on/off. Memang disitulah letak tombol jepretnyah.
-Foto tidak diedit dengan software, kalau wajah saya terlihat tampan, memang begitulah adanya.
-lokasi foto adalah di sumur SG-15 , Lapangan Sungai Gelam Jambi.
-Model foto bukanlah model professional. Terlihat dari gayanya yang sangat tidak mendukung dengan tema. Karena memang tidak ada temanya.
Sekian ulasan dari saya seorang standard photographer. (saya gagal jadi Darwis Triadi)
Fotografi standar maksudnya bukan standar fotografi. Maksud saya hasilnya biasa-biasa saja. Bagus tidak, jelek pun tidak.
Jumat, 19 Desember 2008
Saya Kangen Fadel
Walaupun katanya gue cuek sama anak. Kenyataannya gue sayang banget sama Fadel. Anak saya dari Ira.
Dan sekarang gue lagi kangen banget. Sama siapa? Sama anak gue. Karena sudah 2 minggu ga ketemu. Akibat dari saya tinggalkan dia.
Saya tinggalkan karena ada tugas kantor ke luar kota, luar pulau. Biasanya dia suka tunggu saya. Sore hari ketika saya pulang kerja.
Terus kita bermain sampai menjelang dia tidur malam. Bermain apa saja yang ada. Tertawa sampai lelah.
Sudah beberapa waktu. Malam-malam saya tiada bercanda dengan dia.
Itu foto waktu Fadel mau pulang dari RS. Gara-gara dia sakit DBD. DBD itu singkatan dari demam berdarah demam. Saya senang dia sudah sembuh.
Semoga Alloh jagain dia disana. Jagain juga Bundanya Fadel. Siapa dia? Tentunya istri saya. I
Minggu, 16 November 2008
Sehari Tiga Motor Amblas - Radar Tulungagung 17 Nopember 2008
Bukan beritanya yang tidak penting. Tapi judulnya yang kurang pas. Saya kira tadinya amblas karena longsor. Kan sekarang lagi nge-trend hujan. Banjir dimana-mana. Ternyata bukan. Ternyata apa? Ternyata maksudnya hilang. Hilang diambil maling. Maling motor maksudnya.
"Nah, setelah sekitar setengah jam, Danti yang tinggal di Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, ini berniat pulang. Selesai membayar ke penjaga warnet, dia langsung keluar. Namun sampai di teras ternyata motornya juga sudah tidak ada di tempat."
(tin) wartawan Radar Tulungagung
Senin, 10 November 2008
Dililit Utang, Ibu Muda Minum Pupuk-Jambi Independent 10 Nopember 2008
Ini betul-betul headline tiada penting. Buat siapa? Buat saya utamanya. Pertama, Saya selalu berusaha untuk tidak punya utang. Saya mungkin satu-satunya pegawai di kantor saya yang tidak punya kartu kredit. Diluar kebaikan credit card, saya belum bisa menguasai jiwa raga saya kalau saya punya itu kartu kredit. Saya ini konsumtip, salah konsumtif yang benar. Kedua saya bukan ibu-ibu. Memang saya muda (kalau 27 tahun itu masih muda ga sih?, anggap aja masih lah yaa). Ketiga di rumah saya tidak menyimpan pupuk. Baik itu pupuk kompos maupun pupuk kandang. Kenapa? Ya ga mau aja. Saya tidak punya kebun. Mungkin belum. Pengen sih kata istri saya beli kebun. Tapi kami belum sepakat mau menanam apa. Jadi buat apa saya menyetok pupuk. Jadi walaupun ini headline di harian tersebut. Buat saya dilewat saja, tidak usah dibaca. Apalagi diulas dan dipikirkan karena tergolong berita tidak penting.
Selasa, 21 Oktober 2008
Lembur Boleh, Asal Jangan Merusak Kesehatan
Sudah lama tidak lembur. Karena tidak ada pekerjaan yang sampai larut. Biasanya jam setengah empat sore sudah pulang. Tapi kemarin saya lembur. Bukan karena ada pekerjaan penting. Kemarin keluar dari kantor setelah magrib. Itu karena saya ajak seorang temen kantor. Iya saya ajak untuk 'batle'. Itu istilah kami untuk bertarung bukan berantem maksudnya. Tapi lewat permainan kartu Vandaria Wars. Semacam permainan jenis dari strategi. I'm newbie, and he is a master.
Kembali ke soal lembur. Cukup sering teman-teman pada lembur. Pulang sampai larut malam. Bahkan sampai masuk pada hari Sabtu. Hari Sabtu adalah hari libur bagi kami yang di hire point of domicile Jakarta. Apakah mereka memang banyak pekerjaan? Atau pada waktu normal yang disediakan Senin-Jumat mereka bekerja tidak optimal. Saya tidak tahu. Saya tidak mau menuduh. Pun bukan saya yang membayar gaji dan lebur mereka.
Lembur dikantor kami memang mendapatkan insentif tambahan. Tapi belum pernah saya ambil selama ini. Karena saya memang jarang sekali lembur. Boss saya baik atau saya yang tidak rajin, entahlah. Bagi temen-temen yang perlu lembur silahkan saja. Pesen saya boleh lembur, asalkan jangan merusak kesehatan. Karena uang yang dikumpulkan dari hasil lembur, tidak ada artinya dibandingkan harga kesehatan.
Selasa, 14 Oktober 2008
Temen Pindah Kerja, Saya Ganti Komputer
Begitulah cerita kali ini. Yang menurut saya sih kurang penting. Malahan tidak penting sama sekali. Apalagi buat kamu. Selamat jalan Kang M, selamat datang komputer.
Kamis, 11 September 2008
Jishnu a.k.a Arjuna
Pengen punya kartu ini deh.
1. Karena saya suka sama expansion Vhranas Yuga nya Vandaria Wars.
2. Tokoh Arjuna itu selalu menarik perhatian saya. Saya suka cerita pewayangan. Walaupun bukan maniak dan hapal.
Tadi baca-baca wikipedia, baru tau kalau Jishnu itu nama laen Arjuna. Jishnu artinya hebat ketika marah. Nama-nama lainnya adalah :
Dhanañjaya (perebut kekayaan)
Gandīvi (Gandiwi, pemilik Gandiwa, senjata panahnya)
Kuruśreṣṭha (Kuru-sresta, keturunan dinasti Kuru yang terbaik)
Wijaya (yang selalu memenangkan setiap pertempuran)
Sawyashachī (Sawya-saci, yang mampu memanah dengan tangan kanan maupun kiri)
dan yang paling keren :
Janaka yang artinya Beristri Banyak
Jakarta, 12 September 2008
Senin, 25 Agustus 2008
Belajar dari anak : Fadel sudah bisa jalan
Di Kantor.
26 Agustus 2008
Sabtu, 02 Agustus 2008
Foto Usia 1 Tahun Ayah dan Anak
Waktu ngerayain ulang tahun 1 tahun.
Maksudnya yang pertama ultahnya.
Itu terjadi 27 tahun lampau alias silam.
Foto yang dibawahnya. Itu foto anak saya waktu masih kecil.
Iya memang sekarang pun dia masih anak kecil.
Foto itu pun diambil 4 bulan lalu. Saat beliau ultah pertamanya.
Jadi kedua foto itu adalah pada moment yang sama.
Kesamaan lain adalah kami sama-sama tampan.
Karena Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk.
Begitu Kata Pak Ustadz lupa namanya di khotbah Jumatan.
Saya jadi merenung. Merenung Fadel anakku itu.
Bagaimanakah keadaan dia 27 tahun akan datang.
Apakah dia seganteng ayahnya saat ini? Atau lebih cakep.
Tapi lebih penting adalah semoga dia jauh lebih sholeh.
Semoga dia mendapatkan kedudukan yang mulia.
Dipandang oleh manusia dan lebih penting oleh Allah Yang Maha Mulia.
Amin. Ya Robbal alamin
(Jakarta, 3 Agustus 2008)
(Met ulbul ke-16 bulan anakku Fadel di Cilacap sana)
Kamis, 17 Juli 2008
Vandaria Wars: React - Action
" Walau kau ikat tanganku, bungkam mulutku, jegal langkahku, tutup mataku, kurung tubuhku...semua percuma! Semua mimpi-mimpiku tetap ada! "
Copyright Ben Olson (Midway)
Kamis, 10 Juli 2008
Kamu adalah Kaos Oblong yang Kamu Pakai
Tulisan ini seperti mengikuti slogan. Yaitu slogan "you are what you eat". Gara-gara memperhatikan orang-orang di Bandung seminggu ini. Pemuda, pemudi, bapak2, ibu2, pedagang kaki lima, bos, anak sekolah, anak jalanan mereka pakai kaos oblong. Kaos oblong alias t-shirt. Mungkin memang warna, gambar, corak, motif kaos oblong yang dipakai mencerminkan pribadi manusia yang memakai. Pemakai kaos tim sepakbola pasti pemain bola amatiran paling tidak suka menyimak siaran sepakbola di TV. Yang pakai kaos band underground pasti suka musik sejenis. Tapi kayaknya ada juga deh anak band yang pake kaos gambar Che Guevara. Mungkin disangkanya seniman semacam (Alm) Harry Roesli. Anak cinta kampus pake kaos yang ada tulisan almamaternya. Anak gaul pake kaos pake kaos merk gaul. Anak jalanan pake kaos yang paling dekil. Anak modis selalu pake kaos sesuai tuntutan trend dan jaman. Suka banyak lihat dijalan cewek-cewek pake kaos starbucks. Walau mungkin harga kaos itu murah dari harga kopi starbucksnya sendiri. Promosi gratis tuh. Soal murah kaos merk adidas bisa dijual di PKL. PKL itu pedagang kaki lima dengan sangat murah. Kaos aspal kali ya. Kaos partai adalah seragam kerja mamang tukang becak. Aktivis dakwah ga mungkin mau pake kaos gambar sarah azhari (emang ada?) atau pake kaos tulisannya merek bir. Itu temen kost saya initialnya AH kependekan dari anes husen. Pernah dikasih sama orang kaos tulisannya USA. Dengan cerdik tulisan itu disilang pake spidol. Soalnya dia lagi mau pergi ke Salman. Masjid Salman maksudnya. Daripada di liatin orang ya Nes. Wah silahkan deh direnungkan urusan kaos yang ga penting ini. Jadi jangan pake kaos oblong yang tiada sesuai dengan hati kita yah. Dadah Wassalam.
(Bandung, 10 Juli 2008)
Kamis, 19 Juni 2008
Boston Celtics Juara NBA 2008
Tentang NBA. National Basketball America. Permainan bola basket. Tahun ini juaranya Boston Celtics yang mengalahkan Los Angeles Lakers 4-2 dalam best of seven series. Sebenarnya saya menyukai Lakers. Itu dari jaman dulu. Tapi ya sudah lah tidak apa-apa. Kobe Bryant sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Perlu dicatat bahwa dia MVP Regular Season tahun ini.Ah tidak usah dicatatlah. Itu tidak penting. Jadi selamat ajalah buat para pemain Celtics.Itu si Kevin Garnett, Paul Pierce dan Ray Allen yang memang belum pernah ngerasain cincin juara NBA selama karirnya.
Kamis, 05 Juni 2008
Seniman Monolog Bis Kota
Kemarin sore selesai jam kerja tidak langsung pulang. Itu saya main Futsal sama temen-temen kantor. Main di Kick Spot deket-deket juga sama kantor. Itu bola futsal lagi ga enak. Kempes kurang angin. Setelah main futsal saya lapar. Terus saya makan. Abis makan dan solat Isya baru saya pulang. Pulang naik Bis P6 menuju Cawang. Itu bis sudah penuh. Ah itu ternyata ada satu bangku kosong. Saya duduk di bangku itu. Kira-kira ditengah bis. Di bagian depan Bis ada seorang pengamen. Oh bukan pengamen ternyata. Itu ada lelaki yang sedang melakukan teater tunggal. Dia ber-monolog, itu bukan sih istilahnya? Yah tapi kamu ngerti kan.
Wah tadinya saya sudah tidak menghiraukan. Tetapi ternya orang itu bisa menarik perhatian. Itu orang jelas sekali berasal dari Jawa Timur. Logatnya khas banget. Jadi inget temen kuliahku si Hadi yang dari Magetan. Hadi 2 minggu lalu menikah. Tapi jauh di Lumajang. Saya tidak bisa hadir. Maaf ya Di. Iya ga apa-apa. Paling begitu kata Hadi Kenthon. Kenthon itu panggilannya.
Sekira 10 menit saya menyimak cerita yang dibawakannya. Mengenai hubungan antara seorang ayah dan anaknya. Hubungan itu terlalu dingin sejak si anak masih kecil. Setelah si anak dewasa dan merantau ke luar kota barulah kebekuan itu mencair. Hubungan pun menjadi mulai akrab dan saling kangen satu sama lain. Namun sayangnya tidak lama kemudian anaknya itu mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai motor. Sepeda motor maksudnya. Kakinya harus diamputasi. Itu dipotong sebagian. Dan mengalami gangguan mental. Degh. Saya langsung teringat anak lelakiku. Fadel. Memang sekarang sih hubungan saya dan Fadel dekat. Setiap petang (petang=sore/maghrib) Fadel menanti kepulangan saya dari tempat kerja. Liat wajahnya yang ceria sumringah aja bikin capek saya hilang. Sebenernya lebih hilang lagi kalo udah dipijitin istri saya sih. Nah saya takut Fadel beranjak dewasa hubungan saya sudah tidak sehangat saat ini. Mungkin saya semakin sibuk dengan pekerjaan. Ataupun Fadel yang lebih senang menghabiskan waktu dengan komunitasnya. Yah gara-gara monolog itu saya jadi termenung (gimana sih yang namanya termenung itu). Maksudnya kepikiran bangetlah. Tetap seniman jalanan ini juga butuh makan. Ini bisnis juga brur. Makanya begitu dia mengedarkan tempat untuk menaruh uang pada penumpang. Saya rogoh itu saku baju dan keluarin beberapa lembar uang ribuan. Yang ternyata malah lebih mahal dari ongkos naik bisnya. Ga apa-apalah sekali-kali. Lagian itu orang sudah bikin saya bersyukur sama Allah. Dan kalo saya yang bermonolog seperti dia, rasanya agak kecewa deh kalo cuma dihargai beberapa ribu dalam sekali tampil.
Senin, 26 Mei 2008
BELAJAR DARI ANAK 2 : PIRING PECAH
Hari Minggu siang saya dan keluarga makan di padang. Di rumah makan padang maksudnya. Saya dan istri saya makan duluan. Sedangkan mbak pengasuh anak saya makan belakangan. Karena dia harus menjaga dulu anak saya Fadel. Kenapa Fadel harus dijaga? Karena dia masih kecil. Baru 13 bulan usianya. Fadel lagi lincah-lincahnya. Semua barang ingin dipegangnya. Rasa keingintahuannya besar. Fadel belum lancar jalan. Masih tertatih-tatih. Ketika Fadel berdiri diatas kursi dekat meja makan rumah makan itu. Firasat saya mengatakan bahwa piring-piring harus dijauhkan dari jangkauan Fadel. Ataupun Fadel yang harus dijauhkan dari piring-piring berisikan berbagai masakan padang itu. Dan benar saja tidak sampai semenit setelahnya. Fadel telah menarik sebuah piring dari atas meja. Berhubung itu piring beling. Bukan piring kertas. Serta merta (baru kali ini saya gunakan kata ”serta merta”) piring itu pecah begitu mendarat di lantai. Posisi saya waktu itu adalah lagi nikmat-nikmatnya makan kikil. Hampir saja emosi jiwa saya keluar. Untunglah saya segera sadar. Saya kendalikan diri saya. Saya tatap mata anak lelakiku itu. Ada perasaan bersalah dikedua bola matanya. Kemudian dia berkata ”..cah” (mungkin maksudnya ”pecah”). Saya pun langsung mengirimkan padanya senyuman seraya berkata ” iya ga apa-apa Del, nanti piringnya diberesin” Lalu pancaran keceriaan tersingkap lagi dari wajahnya menggantikan raut ketakuan dan rasa bersalahnya. Beberapa saat kemudian Fadel pun tertawa dan bercanda lagi seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
Sekali lagi Fadel telah menjadi sarana Saya untuk belajar. Kali ini saya belajar apa yang namanya KESABARAN. Saya orang yang kurang bersabar. Coba seandainya jika amarah saya keluar waktu itu. Rugilah saya. Piring bisa diganti. Tetapi luka hati yang mungkin tertanam dalam jiwa Fadel akan lama membekas. Hal kedua yang saya belajar adalah memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang dilakukan. Fadel telah menunjukkan pada saya bahwa membuat kesalahan itu tidak masalah. Selama kita mengakui dan memperbaikinya. Terima kasih Fadel, Papi belajar lagi dari kamu.
Kamis, 15 Mei 2008
Belajar dari Anak I
Anak-anak adalah makhluk yang ajaib. Cobalah ingat waktu kita masih anak-anak. Sebagian besar dari kita akan tersenyum mengingat tingkah laku kita sendiri. Saya termasuk anak yang banyak terkenang ceritanya. Berbagai kejadian tragis seperti keserempet becak, kaki kejepit pipa ataupun membuat kompor meleduk di dapur nenek saya. Ada juga kejadian haru saat kakekku meninggal dunia saat saya baru mengenal dekat dengan beliau. Tentu ada juga cerita bahagia dan senang dalam keluarga kami.
Sekarang saya dititipi Allah seorang anak laki-laki. Secara fisik mirip-mirip dengan saya waktu kecil. Saya amati perkembangan anakku dari hari ke hari. Walau kadang aku pulang kerja dia sudah tidur. (Maafkan Papi ya Fadel). Tadinya saya berpikir dan berusaha bagaimana caranya mendidik Fadel anakku dengan cara terbaik yang dapat kulakukan. Tetapi belakangan paradigma itu sedikit berubah. Ternyata Fadel pun tak disadari telah mendidik Saya. Dia telah membuat Saya harus bisa menjadi lelaki yang bertanggungjawab atas keluarga. Fadel juga menguji kesabaran dan ketabahanku.
Ternyata kita harus banyak belajar dari anak-anak.Mereka bisa tertawa lepas. Mereka memaafkan orang lain dan dirinya sendiri. Mereka melupakan kesalahan hari kemarin. Mereka tidak merisaukan hari esok. Mereka benar-benar menikmati hari ini, saat ini, moment ini. Suatu hal yang sulit dilakukan orang yang telah beranjak dewasa termasuk saya.
Senin, 21 April 2008
Buku : Ayah vs Anak Lelakinya
Itu gambar cover buku berjudul "Ayah Vs Anak Lelakinya" yang baru saya baca seminggu yang lalu. Sejak awal lihat covernya saya langsung tertarik. Ternyata memang buku yang bagus. Isinya menceritakan berbagai kisah nyata. Tanpa terlalu menggurui dari kisah-kisah itu bisa kita ambil hikmah dan pelajaran. Baik posisi kita sebagai seorang anak maupun sebagai seorang ayah. Sebagai anak saya merasa bersyukur sekali memiliki seorang ayah yang banyak menanamkan sifat positif kepada saya. Walaupun ada 1 - 2 hal yang tidak sependapat dengan saya. Sebagai seorang ayah baru. Maksudnya baru 1 tahun saya menjadi ayah untuk Fadel. Saya belajar untuk menerapkan bagaimana menjadi seorang ayah yang baik namun tetap menjadi diri saya sendiri. Insya Allah apa-apa yang baik dari ayah saya (Papah) akan saya contoh. Dan apa yang bisa saya lakukan yang terbaik buat Fadel (maupun anak-anak saya lainnya kelak jika Allah mengizinkan) akan saya berikan. Jadi seorang ayah/bapak/papah/papih itu seru. Tiap kali anak saya bisa sesuatu yang baru. Tiap kali itu juga saya mendapat pelajaran baru. Alhamdulillah Terima Kasih.