Absen dulu dari multiply. Sekitar dua bulan. Itu gara-gara banyak sebab. Akhir Desember. Desember 2008 Saya tugas ke luar kota. Ke mana ? Ke Jambi. Jambi adalah ibukota dari Jambi. Itu namanya Pak Aziz. Dia yang suruh saya ke sana. Ngapain ? Belajar yang namanya drilling katanya. Saya nurut saja. Karena Pak Aziz orangnya baik. Dia tidak pernah marah sama saya. Singkat kata drillingnya selesai. Masuklah bulan januari. Januari 2009. Saya ambil cuti tahunan.
"masih ada lima hari yang bisa dibawa Mas Ikhwan" Kata Rani.
Siapa Rani ? Dia pegawai dikantor juga. Bagian ngurus cuti. Mungkin bagian HR. Human Resource.
Terus saya jadi cuti. Saya pergi. Kemana? Ke sana Ke rumah mertua saya. Perlu diketahui saya sudah menikah. Jadi punya istri Jadi punya anak. Jadi punya mertua yang tinggal di Cilacap sana. Cilacap bukan ibu kota apa-apa. Jangan kamu kira Cilacap itu ibukota Nusakambangan. Itu salah. Sempet juga ke Jogja. Ngapain ? Itu tidak usah dijelaskan. Karena samua sudah mengerti ngapain mereka kalo ke sana. Ke Jogja.
Sehabis cuti saya kembali ke kantor. Maksudnya pulang dulu ke rumah. Naruh istri. Naruh anak.Masuk kantor lagi. Oh lihat itu banyak email yang belum dibaca. Salah satunya dari bagian IT. IT singkatan dari information and technology. Dari petinggi IT nampaknya. Isinya apa? Kurang lebih isinya menerangkat kebijakan. Kebijakan bahwa pegawai harus mengakses internet yang berhubungan langsung dengan pekerjaan masing-masing saja. Pegawai tidak boleh mengkases yang tidak berhubungan. Karena akan wew wew wew wew wew dan wew.
Kalo menurut bagian IT ini bijak. Terserah. Kalo kata temen-temen kantor itu tidak bijak. Terserah. Jadinya situs multiply di blok. Situs lainnya juga. Banyak. Apalagi situs lowongan kerja. Kenapa? Karena perusahaan takut pegawainya pindah. Itu salah. Takutlah pada Allah.
Bulan januari habis. berakhir maksudnya. Berganti bulan Februari. Bukan Bulan Maret. Saya jadi banyak kerja. Banyak pusing. Karena saya pegawai. Bukan pemilik perusahaan ini.
Itu saya sekarang. Disuruh lagi ke Jambi. Sama siapa? Sama Pak Aziz. Biasalah soal driling, Driling sumur minyak. Saya lagi iseng. Jauh dari anak saya yang lucu. Lucu kata siapa? Kata saya. Papinya yang cakep. Cakep kata bundanya Fadel. Saya lagi di warnet. Deket kantor. Kantor yang Jambi maksudnya. Warnet ini baik. Dia tidak blok multiply. Jadi itu saya tulis. Kenapa dua bulan tidak nulis. Jadi itu yang terjadi pada saya. Tidak senang dan tidak sedih. Saya yang menulis dan tidak menulis sama saja.
Jambi, 23 Feb 2009 (Hareudang pisan didieu)
Senin, 23 Februari 2009
Dua Bulan Tidak Menulis Di Multipy
Selasa, 30 Desember 2008
Fotografi Standar
(Sebenernya ini beberapa waktu lalu postingan di Albeum Foto : TAC Pertamina - EMP Gelam, dimuat lagi akibat saya tidak punya ide saat ini untuk nulis sesuatu, maafkan saya ya)...
..kasih penjelasan ah biar kayak di MPnya para photographers
-Foto diambil dengan kamera saku Canon Ixus 950 iS dengan cicilan tinggal 3x lagi.
-single shot, tadinya mau diulang tapi kata Mas Budi dia pengen di foto juga gantian
-ukuran foto yaitu 2048 x 1536 lumayan buat wallpaper pc
-ISO auto, Exposure auto, Flash auto, White Balance auto, serba auto karena saya memang tidak ngerti apa itu semua.
-Foto diambil siang hari (jelas terlihat kan)
-Foto diambil dengan teknik : memencet tombol bulat dibagian atas kamera tepatnya diantara tombol zoom dan on/off. Memang disitulah letak tombol jepretnyah.
-Foto tidak diedit dengan software, kalau wajah saya terlihat tampan, memang begitulah adanya.
-lokasi foto adalah di sumur SG-15 , Lapangan Sungai Gelam Jambi.
-Model foto bukanlah model professional. Terlihat dari gayanya yang sangat tidak mendukung dengan tema. Karena memang tidak ada temanya.
Sekian ulasan dari saya seorang standard photographer. (saya gagal jadi Darwis Triadi)
Fotografi standar maksudnya bukan standar fotografi. Maksud saya hasilnya biasa-biasa saja. Bagus tidak, jelek pun tidak.
Jumat, 19 Desember 2008
Saya Kangen Fadel
Walaupun katanya gue cuek sama anak. Kenyataannya gue sayang banget sama Fadel. Anak saya dari Ira.
Dan sekarang gue lagi kangen banget. Sama siapa? Sama anak gue. Karena sudah 2 minggu ga ketemu. Akibat dari saya tinggalkan dia.
Saya tinggalkan karena ada tugas kantor ke luar kota, luar pulau. Biasanya dia suka tunggu saya. Sore hari ketika saya pulang kerja.
Terus kita bermain sampai menjelang dia tidur malam. Bermain apa saja yang ada. Tertawa sampai lelah.
Sudah beberapa waktu. Malam-malam saya tiada bercanda dengan dia.
Itu foto waktu Fadel mau pulang dari RS. Gara-gara dia sakit DBD. DBD itu singkatan dari demam berdarah demam. Saya senang dia sudah sembuh.
Semoga Alloh jagain dia disana. Jagain juga Bundanya Fadel. Siapa dia? Tentunya istri saya. I
Minggu, 16 November 2008
Sehari Tiga Motor Amblas - Radar Tulungagung 17 Nopember 2008
Bukan beritanya yang tidak penting. Tapi judulnya yang kurang pas. Saya kira tadinya amblas karena longsor. Kan sekarang lagi nge-trend hujan. Banjir dimana-mana. Ternyata bukan. Ternyata apa? Ternyata maksudnya hilang. Hilang diambil maling. Maling motor maksudnya.
"Nah, setelah sekitar setengah jam, Danti yang tinggal di Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, ini berniat pulang. Selesai membayar ke penjaga warnet, dia langsung keluar. Namun sampai di teras ternyata motornya juga sudah tidak ada di tempat."
(tin) wartawan Radar Tulungagung
Senin, 10 November 2008
Dililit Utang, Ibu Muda Minum Pupuk-Jambi Independent 10 Nopember 2008
Ini betul-betul headline tiada penting. Buat siapa? Buat saya utamanya. Pertama, Saya selalu berusaha untuk tidak punya utang. Saya mungkin satu-satunya pegawai di kantor saya yang tidak punya kartu kredit. Diluar kebaikan credit card, saya belum bisa menguasai jiwa raga saya kalau saya punya itu kartu kredit. Saya ini konsumtip, salah konsumtif yang benar. Kedua saya bukan ibu-ibu. Memang saya muda (kalau 27 tahun itu masih muda ga sih?, anggap aja masih lah yaa). Ketiga di rumah saya tidak menyimpan pupuk. Baik itu pupuk kompos maupun pupuk kandang. Kenapa? Ya ga mau aja. Saya tidak punya kebun. Mungkin belum. Pengen sih kata istri saya beli kebun. Tapi kami belum sepakat mau menanam apa. Jadi buat apa saya menyetok pupuk. Jadi walaupun ini headline di harian tersebut. Buat saya dilewat saja, tidak usah dibaca. Apalagi diulas dan dipikirkan karena tergolong berita tidak penting.
Selasa, 21 Oktober 2008
Lembur Boleh, Asal Jangan Merusak Kesehatan
Sudah lama tidak lembur. Karena tidak ada pekerjaan yang sampai larut. Biasanya jam setengah empat sore sudah pulang. Tapi kemarin saya lembur. Bukan karena ada pekerjaan penting. Kemarin keluar dari kantor setelah magrib. Itu karena saya ajak seorang temen kantor. Iya saya ajak untuk 'batle'. Itu istilah kami untuk bertarung bukan berantem maksudnya. Tapi lewat permainan kartu Vandaria Wars. Semacam permainan jenis dari strategi. I'm newbie, and he is a master.
Kembali ke soal lembur. Cukup sering teman-teman pada lembur. Pulang sampai larut malam. Bahkan sampai masuk pada hari Sabtu. Hari Sabtu adalah hari libur bagi kami yang di hire point of domicile Jakarta. Apakah mereka memang banyak pekerjaan? Atau pada waktu normal yang disediakan Senin-Jumat mereka bekerja tidak optimal. Saya tidak tahu. Saya tidak mau menuduh. Pun bukan saya yang membayar gaji dan lebur mereka.
Lembur dikantor kami memang mendapatkan insentif tambahan. Tapi belum pernah saya ambil selama ini. Karena saya memang jarang sekali lembur. Boss saya baik atau saya yang tidak rajin, entahlah. Bagi temen-temen yang perlu lembur silahkan saja. Pesen saya boleh lembur, asalkan jangan merusak kesehatan. Karena uang yang dikumpulkan dari hasil lembur, tidak ada artinya dibandingkan harga kesehatan.
Selasa, 14 Oktober 2008
Temen Pindah Kerja, Saya Ganti Komputer
Begitulah cerita kali ini. Yang menurut saya sih kurang penting. Malahan tidak penting sama sekali. Apalagi buat kamu. Selamat jalan Kang M, selamat datang komputer.