Pengen punya kartu ini deh.
1. Karena saya suka sama expansion Vhranas Yuga nya Vandaria Wars.
2. Tokoh Arjuna itu selalu menarik perhatian saya. Saya suka cerita pewayangan. Walaupun bukan maniak dan hapal.
Tadi baca-baca wikipedia, baru tau kalau Jishnu itu nama laen Arjuna. Jishnu artinya hebat ketika marah. Nama-nama lainnya adalah :
Dhanañjaya (perebut kekayaan)
Gandīvi (Gandiwi, pemilik Gandiwa, senjata panahnya)
Kuruśreṣṭha (Kuru-sresta, keturunan dinasti Kuru yang terbaik)
Wijaya (yang selalu memenangkan setiap pertempuran)
Sawyashachī (Sawya-saci, yang mampu memanah dengan tangan kanan maupun kiri)
dan yang paling keren :
Janaka yang artinya Beristri Banyak
Jakarta, 12 September 2008
Kamis, 11 September 2008
Jishnu a.k.a Arjuna
Senin, 25 Agustus 2008
Belajar dari anak : Fadel sudah bisa jalan
Di Kantor.
26 Agustus 2008
Sabtu, 02 Agustus 2008
Foto Usia 1 Tahun Ayah dan Anak
Waktu ngerayain ulang tahun 1 tahun.
Maksudnya yang pertama ultahnya.
Itu terjadi 27 tahun lampau alias silam.
Foto yang dibawahnya. Itu foto anak saya waktu masih kecil.
Iya memang sekarang pun dia masih anak kecil.
Foto itu pun diambil 4 bulan lalu. Saat beliau ultah pertamanya.
Jadi kedua foto itu adalah pada moment yang sama.
Kesamaan lain adalah kami sama-sama tampan.
Karena Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk.
Begitu Kata Pak Ustadz lupa namanya di khotbah Jumatan.
Saya jadi merenung. Merenung Fadel anakku itu.
Bagaimanakah keadaan dia 27 tahun akan datang.
Apakah dia seganteng ayahnya saat ini? Atau lebih cakep.
Tapi lebih penting adalah semoga dia jauh lebih sholeh.
Semoga dia mendapatkan kedudukan yang mulia.
Dipandang oleh manusia dan lebih penting oleh Allah Yang Maha Mulia.
Amin. Ya Robbal alamin
(Jakarta, 3 Agustus 2008)
(Met ulbul ke-16 bulan anakku Fadel di Cilacap sana)
Kamis, 17 Juli 2008
Vandaria Wars: React - Action
" Walau kau ikat tanganku, bungkam mulutku, jegal langkahku, tutup mataku, kurung tubuhku...semua percuma! Semua mimpi-mimpiku tetap ada! "
Copyright Ben Olson (Midway)
Kamis, 10 Juli 2008
Kamu adalah Kaos Oblong yang Kamu Pakai
Tulisan ini seperti mengikuti slogan. Yaitu slogan "you are what you eat". Gara-gara memperhatikan orang-orang di Bandung seminggu ini. Pemuda, pemudi, bapak2, ibu2, pedagang kaki lima, bos, anak sekolah, anak jalanan mereka pakai kaos oblong. Kaos oblong alias t-shirt. Mungkin memang warna, gambar, corak, motif kaos oblong yang dipakai mencerminkan pribadi manusia yang memakai. Pemakai kaos tim sepakbola pasti pemain bola amatiran paling tidak suka menyimak siaran sepakbola di TV. Yang pakai kaos band underground pasti suka musik sejenis. Tapi kayaknya ada juga deh anak band yang pake kaos gambar Che Guevara. Mungkin disangkanya seniman semacam (Alm) Harry Roesli. Anak cinta kampus pake kaos yang ada tulisan almamaternya. Anak gaul pake kaos pake kaos merk gaul. Anak jalanan pake kaos yang paling dekil. Anak modis selalu pake kaos sesuai tuntutan trend dan jaman. Suka banyak lihat dijalan cewek-cewek pake kaos starbucks. Walau mungkin harga kaos itu murah dari harga kopi starbucksnya sendiri. Promosi gratis tuh. Soal murah kaos merk adidas bisa dijual di PKL. PKL itu pedagang kaki lima dengan sangat murah. Kaos aspal kali ya. Kaos partai adalah seragam kerja mamang tukang becak. Aktivis dakwah ga mungkin mau pake kaos gambar sarah azhari (emang ada?) atau pake kaos tulisannya merek bir. Itu temen kost saya initialnya AH kependekan dari anes husen. Pernah dikasih sama orang kaos tulisannya USA. Dengan cerdik tulisan itu disilang pake spidol. Soalnya dia lagi mau pergi ke Salman. Masjid Salman maksudnya. Daripada di liatin orang ya Nes. Wah silahkan deh direnungkan urusan kaos yang ga penting ini. Jadi jangan pake kaos oblong yang tiada sesuai dengan hati kita yah. Dadah Wassalam.
(Bandung, 10 Juli 2008)
Kamis, 19 Juni 2008
Boston Celtics Juara NBA 2008
Tentang NBA. National Basketball America. Permainan bola basket. Tahun ini juaranya Boston Celtics yang mengalahkan Los Angeles Lakers 4-2 dalam best of seven series. Sebenarnya saya menyukai Lakers. Itu dari jaman dulu. Tapi ya sudah lah tidak apa-apa. Kobe Bryant sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Perlu dicatat bahwa dia MVP Regular Season tahun ini.Ah tidak usah dicatatlah. Itu tidak penting. Jadi selamat ajalah buat para pemain Celtics.Itu si Kevin Garnett, Paul Pierce dan Ray Allen yang memang belum pernah ngerasain cincin juara NBA selama karirnya.
Kamis, 05 Juni 2008
Seniman Monolog Bis Kota
Kemarin sore selesai jam kerja tidak langsung pulang. Itu saya main Futsal sama temen-temen kantor. Main di Kick Spot deket-deket juga sama kantor. Itu bola futsal lagi ga enak. Kempes kurang angin. Setelah main futsal saya lapar. Terus saya makan. Abis makan dan solat Isya baru saya pulang. Pulang naik Bis P6 menuju Cawang. Itu bis sudah penuh. Ah itu ternyata ada satu bangku kosong. Saya duduk di bangku itu. Kira-kira ditengah bis. Di bagian depan Bis ada seorang pengamen. Oh bukan pengamen ternyata. Itu ada lelaki yang sedang melakukan teater tunggal. Dia ber-monolog, itu bukan sih istilahnya? Yah tapi kamu ngerti kan.
Wah tadinya saya sudah tidak menghiraukan. Tetapi ternya orang itu bisa menarik perhatian. Itu orang jelas sekali berasal dari Jawa Timur. Logatnya khas banget. Jadi inget temen kuliahku si Hadi yang dari Magetan. Hadi 2 minggu lalu menikah. Tapi jauh di Lumajang. Saya tidak bisa hadir. Maaf ya Di. Iya ga apa-apa. Paling begitu kata Hadi Kenthon. Kenthon itu panggilannya.
Sekira 10 menit saya menyimak cerita yang dibawakannya. Mengenai hubungan antara seorang ayah dan anaknya. Hubungan itu terlalu dingin sejak si anak masih kecil. Setelah si anak dewasa dan merantau ke luar kota barulah kebekuan itu mencair. Hubungan pun menjadi mulai akrab dan saling kangen satu sama lain. Namun sayangnya tidak lama kemudian anaknya itu mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai motor. Sepeda motor maksudnya. Kakinya harus diamputasi. Itu dipotong sebagian. Dan mengalami gangguan mental. Degh. Saya langsung teringat anak lelakiku. Fadel. Memang sekarang sih hubungan saya dan Fadel dekat. Setiap petang (petang=sore/maghrib) Fadel menanti kepulangan saya dari tempat kerja. Liat wajahnya yang ceria sumringah aja bikin capek saya hilang. Sebenernya lebih hilang lagi kalo udah dipijitin istri saya sih. Nah saya takut Fadel beranjak dewasa hubungan saya sudah tidak sehangat saat ini. Mungkin saya semakin sibuk dengan pekerjaan. Ataupun Fadel yang lebih senang menghabiskan waktu dengan komunitasnya. Yah gara-gara monolog itu saya jadi termenung (gimana sih yang namanya termenung itu). Maksudnya kepikiran bangetlah. Tetap seniman jalanan ini juga butuh makan. Ini bisnis juga brur. Makanya begitu dia mengedarkan tempat untuk menaruh uang pada penumpang. Saya rogoh itu saku baju dan keluarin beberapa lembar uang ribuan. Yang ternyata malah lebih mahal dari ongkos naik bisnya. Ga apa-apalah sekali-kali. Lagian itu orang sudah bikin saya bersyukur sama Allah. Dan kalo saya yang bermonolog seperti dia, rasanya agak kecewa deh kalo cuma dihargai beberapa ribu dalam sekali tampil.