Bukan beritanya yang tidak penting. Tapi judulnya yang kurang pas. Saya kira tadinya amblas karena longsor. Kan sekarang lagi nge-trend hujan. Banjir dimana-mana. Ternyata bukan. Ternyata apa? Ternyata maksudnya hilang. Hilang diambil maling. Maling motor maksudnya.
"Nah, setelah sekitar setengah jam, Danti yang tinggal di Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, ini berniat pulang. Selesai membayar ke penjaga warnet, dia langsung keluar. Namun sampai di teras ternyata motornya juga sudah tidak ada di tempat."
(tin) wartawan Radar Tulungagung
Minggu, 16 November 2008
Sehari Tiga Motor Amblas - Radar Tulungagung 17 Nopember 2008
Senin, 10 November 2008
Dililit Utang, Ibu Muda Minum Pupuk-Jambi Independent 10 Nopember 2008
Ini betul-betul headline tiada penting. Buat siapa? Buat saya utamanya. Pertama, Saya selalu berusaha untuk tidak punya utang. Saya mungkin satu-satunya pegawai di kantor saya yang tidak punya kartu kredit. Diluar kebaikan credit card, saya belum bisa menguasai jiwa raga saya kalau saya punya itu kartu kredit. Saya ini konsumtip, salah konsumtif yang benar. Kedua saya bukan ibu-ibu. Memang saya muda (kalau 27 tahun itu masih muda ga sih?, anggap aja masih lah yaa). Ketiga di rumah saya tidak menyimpan pupuk. Baik itu pupuk kompos maupun pupuk kandang. Kenapa? Ya ga mau aja. Saya tidak punya kebun. Mungkin belum. Pengen sih kata istri saya beli kebun. Tapi kami belum sepakat mau menanam apa. Jadi buat apa saya menyetok pupuk. Jadi walaupun ini headline di harian tersebut. Buat saya dilewat saja, tidak usah dibaca. Apalagi diulas dan dipikirkan karena tergolong berita tidak penting.
Selasa, 21 Oktober 2008
Lembur Boleh, Asal Jangan Merusak Kesehatan
Sudah lama tidak lembur. Karena tidak ada pekerjaan yang sampai larut. Biasanya jam setengah empat sore sudah pulang. Tapi kemarin saya lembur. Bukan karena ada pekerjaan penting. Kemarin keluar dari kantor setelah magrib. Itu karena saya ajak seorang temen kantor. Iya saya ajak untuk 'batle'. Itu istilah kami untuk bertarung bukan berantem maksudnya. Tapi lewat permainan kartu Vandaria Wars. Semacam permainan jenis dari strategi. I'm newbie, and he is a master.
Kembali ke soal lembur. Cukup sering teman-teman pada lembur. Pulang sampai larut malam. Bahkan sampai masuk pada hari Sabtu. Hari Sabtu adalah hari libur bagi kami yang di hire point of domicile Jakarta. Apakah mereka memang banyak pekerjaan? Atau pada waktu normal yang disediakan Senin-Jumat mereka bekerja tidak optimal. Saya tidak tahu. Saya tidak mau menuduh. Pun bukan saya yang membayar gaji dan lebur mereka.
Lembur dikantor kami memang mendapatkan insentif tambahan. Tapi belum pernah saya ambil selama ini. Karena saya memang jarang sekali lembur. Boss saya baik atau saya yang tidak rajin, entahlah. Bagi temen-temen yang perlu lembur silahkan saja. Pesen saya boleh lembur, asalkan jangan merusak kesehatan. Karena uang yang dikumpulkan dari hasil lembur, tidak ada artinya dibandingkan harga kesehatan.
Selasa, 14 Oktober 2008
Temen Pindah Kerja, Saya Ganti Komputer
Begitulah cerita kali ini. Yang menurut saya sih kurang penting. Malahan tidak penting sama sekali. Apalagi buat kamu. Selamat jalan Kang M, selamat datang komputer.
Kamis, 11 September 2008
Jishnu a.k.a Arjuna
Pengen punya kartu ini deh.
1. Karena saya suka sama expansion Vhranas Yuga nya Vandaria Wars.
2. Tokoh Arjuna itu selalu menarik perhatian saya. Saya suka cerita pewayangan. Walaupun bukan maniak dan hapal.
Tadi baca-baca wikipedia, baru tau kalau Jishnu itu nama laen Arjuna. Jishnu artinya hebat ketika marah. Nama-nama lainnya adalah :
Dhanañjaya (perebut kekayaan)
Gandīvi (Gandiwi, pemilik Gandiwa, senjata panahnya)
Kuruśreṣṭha (Kuru-sresta, keturunan dinasti Kuru yang terbaik)
Wijaya (yang selalu memenangkan setiap pertempuran)
Sawyashachī (Sawya-saci, yang mampu memanah dengan tangan kanan maupun kiri)
dan yang paling keren :
Janaka yang artinya Beristri Banyak
Jakarta, 12 September 2008
Senin, 25 Agustus 2008
Belajar dari anak : Fadel sudah bisa jalan
Di Kantor.
26 Agustus 2008
Sabtu, 02 Agustus 2008
Foto Usia 1 Tahun Ayah dan Anak
Waktu ngerayain ulang tahun 1 tahun.
Maksudnya yang pertama ultahnya.
Itu terjadi 27 tahun lampau alias silam.
Foto yang dibawahnya. Itu foto anak saya waktu masih kecil.
Iya memang sekarang pun dia masih anak kecil.
Foto itu pun diambil 4 bulan lalu. Saat beliau ultah pertamanya.
Jadi kedua foto itu adalah pada moment yang sama.
Kesamaan lain adalah kami sama-sama tampan.
Karena Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk.
Begitu Kata Pak Ustadz lupa namanya di khotbah Jumatan.
Saya jadi merenung. Merenung Fadel anakku itu.
Bagaimanakah keadaan dia 27 tahun akan datang.
Apakah dia seganteng ayahnya saat ini? Atau lebih cakep.
Tapi lebih penting adalah semoga dia jauh lebih sholeh.
Semoga dia mendapatkan kedudukan yang mulia.
Dipandang oleh manusia dan lebih penting oleh Allah Yang Maha Mulia.
Amin. Ya Robbal alamin
(Jakarta, 3 Agustus 2008)
(Met ulbul ke-16 bulan anakku Fadel di Cilacap sana)